Prosa : Tunggu Sampai Seseorang Memberi Judul

"Catatan ini aku persembahkan untuk seseorang yang tak akan mungkin membacanya . "


  Seseorang yang dulu mampu membaca setiap desir dalam jantungku, raut wajahku dan setiap geloraku. Sayang, sekarang ia telah membaca garis takdir bahwa kami tak lagi sama. Hey “ kamu” yang aku tuliskan sosoknya disini. Lipatlah lembaran takdir kita, karena kini kamu begitu paham bahwa kita memang tak sepantasnya bersua. Mungkin benar, aku bukan bagian dari tulang rusukmu. Dan tunggu, Apakah tawamu masih sama seperti dulu? Tawa yang membuatku masuk kedalamnya, tawa yang membuatku merasakanmu. Merasakan rasa yang samar-samar tapi begitu hangat meresap dalam celah kalbu. Ada beberapa pertanyaan yang mungkin ingin aku tanyakan padamu. Jika kamu tak mau menjawabnya, aku masih bisa menerkanya. Aku tahu betul tentang kamu. Semuanya. Karena aku pernah jadi bagian darimu.




 "Apa kabarmu?"
 Jawabnya pasti, “Aku baik-baik saja tanpamu."





 “ Kamu tidak ingin tahu kabarku?"
Jawabnya pasti, “Aku bahkan tidak harus mengetahuinya."





 “ Apa kamu merindukanku?"
Jawabnya pasti,  “Apa aku masih punya hak untuk merindu?”




"Apa kamu masih menyimpan rasa itu ?"
Jawabnya pasti tak ada.Dan kamu hanya membisu. Karena itu sekadar pertanyaan retoris bagimu.


 Aku tahu, kamu tak akan menemukan aku dikehidupan barumu. Aku ya inilah aku, seseorang yang tak akan kamu dapati dimanapun. Aku ingat saat aku bertanya padamu, kenapa kamu menyukai gadis kecil seperti aku. Aku bahkan tak cantik, tak bisa memasak seperti yang kebanyakan orang idamkan dan tak bisa mendampingimu setiap saat. Waktu itu jawabanmu sederhana, “kamu beda”. Sesederhana itu pula caramu mengutarakan setiap keping perasaanmu kepadaku. Aku selalu saja dibayangi kenangan. Pahit memang. Tapi kenangan mengajarkanku untuk terbang dan menikmatinya. Hingga akhirnya kenangan menghempaskanku. Sakit. Tapi entah aku ingin mengulangnya berkali-kali. Apakah kamu juga masih ingin terbang bersama kenangan? Pasti TIDAK BUKAN? Ya memang hanya aku dan laraku yang tinggal disini. Kamu asyik pergi dan enggan kembali.




 Ketika kamu disampingku, tertawa, habiskan waktu yang tak pernah terasa cukup. Kamu candu! Aku menjadi aku saat bersamamu. Aku  mendapatkan apa yang tak aku dapat dari orang lain. Rasanya tak sama ketika aku dengan orang lain. Denganmu, semua mengalun dengan indahnya. Kehidupanku pernuh warna, tak lagi biasa. Berkualitas karena kamu. Ada satu hal yang tak bisa aku utarakan, tapi aku rasakan. Tuhan meniupkan ruh yang indah kepadamu. Aku terpikat. Hanya kamu yang benar-benar memikat. Yang sunguh-sungguh memikat. Orang lain hanya bisa sebatas memikat. Tapi kamu, kamu menyandra semuanya. Kamu beda. Ada yang beda. Entah itu apa. Pokoknya beda. Cuma kamu. Kamu. Beda. Terindah. Luar biasa. Tiada duanya. Istimewa. Aku menunggu untuk matahari yang sudah sepantasnya ditunggu. Semuanya hanya aku dapat dari kamu. Iya kamu orang sederhana, tapi BEDA ! Hanya KAMU. masih KAMU. Cinta memilih rasa. Hatiku memilihmu. Dan akhirnya sisa rasa sakit ini justru yang tak bisa memilih.

Komentar